Browse By

Sate Ikan Patin Aman Bagi Penderita Hipertensi

sate ikan patin (foto:igosok)

sate ikan patin (foto:igosok)

Biasanya sate identik dengan daging kambing, ataupun daging sapi. Sedangkan, Kota Sidoarjo telah berhasil mencetuskan ide kreatif dari seorang laki paruh baya dengan sate ikan patinnya yang dipadukan dengan urap-urapan. Rasa juga tak kalah lezatnya dengan sate kambing ataupun sate sapi. Sate ikan patin ini dapat dijadikan sebagai menu alternative khususnya bagi penderitan penyakit hipertensi. Sebab, ikan patin mengandung lemak yang rendah tetapi protein yang tinggi.

Warung makan ini terletak di Jalan Raya Tanggulangin, Sidoarjo. Pemilik warung makan ini Muriadi asal Desa Kalitengah, yang biasa disapa dengan Cak Murek. Pria ini telah berhasil mengeluarkan menu baru dengan kreasi yang diciptakan sate dari daging ikan patin. Ikan ini selalu tampak segar, sebab diambil langsung dari tambaknya. Selain enak rasanya, sate ini juga mudah dibuatnya. Berikut cara membuat sate ikan patin.

banneracai

Bahan : ikan patin, urap-urapan

Cara membuat Sate Ikan Patin :

  1. Cuci ikan patin hingga bersih, kemudian potong dengan ukuran kecil sesuai dengan sate pada umumnya kemudian pisahkan daging dengan durinya.
  2. Tusuk daging ikan pati.
  3. Oleskan daging patin dengan bumbu rempah-rempah dan beri sedikit madu.
  4. Bakar ikan patin hingga lemaknya turun.
  5. Setelah sate matang, oleskan kembali daging ikan patin dengan bumbu khusus.
  6. Untuk menambah kenikmatan, lengkapi sate ikan patin dengan urap-urapan.

Untuk menikmati sate ikan patin ini, Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Cukup dengan harga 12 ribu rupiah Anda sudah dapat menikmati satu porsi, yang berisikan lima tusuk sate, urap-urapan, dan teh hangat.

Perlu Anda ketahui, jika daging ikan patin sangat bagus bagi para penderita hipertensi atau darah tinggi serta kegemukan. Sebab, ikan patin banyak mengandung prortein, dan memiliki kandungan lemak rendah sehingga aman untuk kesehatan Anda.

Menurut salah seorang konsumen, Muhammad Suhardi yang mengatakan bahwa dirinya sangat puas dengan sajian yang ada di warung sate ikan pati tersebut. Dia juga mengatakan jika rasa sate ikan patin sangat berbeda dengan sate pada umumnya.

Awal mulanya didirikan warung makan sate ikan pati ini berkat ide kreatif Cak Murek yang ingin memanfaatkan sisa hasil panen dari kolam ikan milik pribadinya. Setelah mencoba berbagai macam olahan ikan, dan pada akhirnya Cak Murek memutuskan untuk membuat sate ikan patin.

Tidak butuh waktu yang sebentar untuk dapat membuka warung makan ini. Dalam waktu lima bulan, rumah makan ini memiliki pelanggan setia. Bahkan, terkadang hari liburpun masih banyak pembeli yang datang dari luar kota yang sengaja ingin mencicipi sate ikan patin. Dan semua bermula sejak Cak Murek memiliki kolam ikan patin. Sekarang, Cak Murek bisa menghabiskan ikan sebanyak 40 kilogram setiap harinya. Warung makan dapat menghabiskan ikan sebanyak 40 kilogram lebih saat di hari pekan.

Demi mengembangkan usahanya, Cak Murek akan membuka cabang di Kota Malang. Karena, sebagian besar pelanggan berasal dari kota Malang, dan Kota Sidoarjo. Selain Anda mendapatkan sate ikan patin, Anda juga akan menemukan menu lain seperti batok kelapa dan badan ikan patin yang dijdikan gulai. (chy)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

shares